Pandangan Syekh Siti Jenar di atas menjelaskan bahwa realitas di alam ini merupakan penampakan dari Dzat Allah. Tetapi sudah barang tentu, Dzat Allah yang berada dalam perwujudan kayu dan batu berbeda dengan yang berada dalam diri manusia. Sebab manusia pada hakikatnya merupakan perwujudan dari Allah yang paling paripurna. Syekh Siti Jenar mengajarkan dua macam bentuk shalat, yang disebut shalat tarek dan shalat daim. Shalat tarek adalah shalat thariqah, diatas sedikit dari syari'at. Kata "tarek" berasal dari kata Arab "tarki" atau "tarakki" yang memiliki arti pemisahan. Namun maksud lebih mendalam adalah terpisahnya jiwa dari dunia, yang Syekh Siti Jenar kemudian berkata: "Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusannya". Kemudian tubuh Syekh Siti Jenar naik ke surga dan terdengar kata-kata berikut ini: "Jika ada seorang manusia yang percaya kepada kesatuan lain selain dari Tuhan Yang Maha Kuasa, ia akan kecewa, karena ia tidak akan memperoleh apa yang ia inginkan". Sandiwara Syekh Siti jenar ini sengaja di beri anak judul Babad Geger Pengging. Alasannya ada dua, pertama karena sudah naskah lain yang berjudul Syekh Siti Jenar, kedua kata babad akan mengisyaratkan kepada pembaca atau penonton bahwa naskah ini bukan naskah sejarah, melainkan naskah sastra, lugasnya sastra-drama. .

kata2 syekh siti jenar